Share This Post

Tata Ruang Kota

Begini Cara Belanda Menyiasati Banjir, Jakarta Kapan?

Jakarta masih ketinggalan jauh sehingga perlu mencontoh Belanda mengenai strategi antisipasi banjir. Beberapa strategi yang dilakukan oleh Belanda untuk mengatasi banjir dapat disimak di artikel ini

Begini Cara Belanda Menyiasati Banjir, Jakarta Kapan?

Banjir, satu kata yang paling banyak di dengar di Indonesia terlebih ketika memasuki musim hujan. Beberapa kawasan di Indonesia termasuk ibukota Jakarta ikut mencicipi musibah satu ini bukan karena kesalahan alam namun cenderung ulah manusia yang tidak mau mengalah pada lingkungannya. Banjir bukan hanya menjadi masalah di Indonesia saja namun juga beberapa negara di luar negeri termasuk negara maju. Salah satu negara maju yang juga pernah terancam banjir adalah Belanda.

Bila melihat dari segi topografisnya maka negara yang pernah menjajah Indonesia ini memiliki struktur daerah yang sama dengan ibukota Jakarta yakni daratannya yang lebih rendah daripada permukaan laut. 60 % daratan Belanda merupakan kawasan yang lebih rendah daripada permukaan laut sehingga dahulunya banyak warga Belanda yang kehilangan nyawa dan rumahnya akibat banjir. Kini Belanda tidak lagi mengalami banjir  bahkan negara yang termasuk negara terpadat di Eropa ini menjadi negara yang unggul dalam mengeringkan laut dengan system perairan terbaik.

20183714_l

Lalu bagaimana dengan Indonesia khususnya Jakarta yang memiliki karateristik wilayah yang sama dengan negara kincir air tersebut? Jakarta masih ketinggalan jauh sehingga perlu mencontoh Belanda mengenai strategi antisipasi banjir. Beberapa strategi yang dilakukan oleh Belanda untuk mengatasi banjir diantaranya adalah sebagai berikut:

Iklan

Membentuk kementrian khusus

Ada sebuah pepatah belanda mengatakan bahwa Tuhan menciptakan seluruh muka bumi ini kecuali Belanda. Kenapa? Karena Belandalah yang menciptakan negeri mereka sendiri. Pepatah ini muncul karena sejarah Belanda sendiri dalam memerangi Banjir. Banjir tercatat terjadi terakhir kali sejak tahun 1953 dengan korban sebanyak 1800 jiwa.

Tidak mau berpangku tangan negara yang juga dikenal dengan bunga tulipnya tersebut akhirnya mencanangkan delta plan.Salah satu dari delta plan  adalah dengan membentuk kementrian khusus yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan serta penanganan terhadap masalah banjir

Eco drainage

Awalnya Belanda menggunakan bendungan dan kincir angin yang digunakan untuk menampung air sebagai solusi mencegah banjir. Pada tahun 1982 ilmuwan Belanda bernama Van Wirdum mengenalkan suatu system drainase yang ramah lingkungan bernama eco drainage (eco drainase). System drainase ini cara kerjanya adalah membagi air hujan menjadi dua jenis yakni air bersih dan air kotor.

Air kotor adalah air yang jatuh di permukaan jalan sedangkan air bersih merupakan air yang jatuh di atap rumah dalam arti lain tidak langsung jatuh ke permukaan jalan. Air bersih ini nantinya akan dialirkan ke rerumputan bernama wadi yang akan diserap tanah yang dapat digunakan kembali.

Pompa yang canggih

Untuk mengurangi volume banjir biasanya disediakan pompa air begitu pula yang dilakukan Belanda namun lebih canggih. Pompa di Belanda dirancang dapat mendeteksi hujan atau air pasang. Umumnya daratan Belanda memiliki ketinggian 7 meter lebih rendah dari permukaan laut adanya pompa ini tentu sangat membantu. Selain itu terdapat kawasan bernama Polder yang mana dikelilingi tanggul dengan tipografi daratan terendah di Belanda. Air kotor dan buangan nantinya terkumpul di polder kemudian akan dipompakan ke kanal atau sungai yang mengalir ke laut.

Elemental Water Maker

Tidak berhenti disitu saja Belanda juga membuat proyek Elemental Water Maker atau biasa disebut EWM yang mana berfungsi mengubah air laut menjadi air tawar. EMW didirikan tahun 2012 dengan menggunakan mesin untuk melakukan proses desalinasi Desalinasi sendiri adalah proses untuk menghilangkan kadar garam dalam air untuk dijadikan air layak konsumsi. Belanda juga berencana mengembangkan bahan bakar minyak yang diganti dengan air seni.

Menjaga kebersihan

Warga Belanda tahu bahwa negara mereka banyak dilewati kanal dan sungai sebagai sarana penampung air sehingga menjaga kebersihan menjadi penting. Masalah sampah sendiri tidak hanya Belanda yang disiplin akan hal ini namun juga kebanyakan Negara Eropa yang sayangnya belum banyak dicontoh oleh masyarakat Indonesia.

30897081_l

Bila kita melihat kanal atau sungai-sungai di kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau Bandung banyak terlihat sampah menutupi sungai yang menyumbat jalannya aliran air tersebut. Jangan heran bila pada akhirnya masyarakat mengalami banjir setinggi lebih dari setengah badan ketika musimnya tiba.

Langkah Indonesia sendiri untuk memerangi banjir bisa dimulai dengan langkah sederhana yakni menyediakan lebih banyak tong sampah agar masyarakat sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Tidak membuang sampah pada selokan dan kanal serta menyediakan para ahli khusus yang mampu untuk mengatasi banjir di Indonesia. Sediakan pula banyak ruang hijau agar lahan resapan air banyak tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register