Share This Post

Budaya

Berkunjung ke Banjarmasin, Venesia-nya Indonesia

Anda tentu mengenal kota Banjarmasin bukan? Ibukota propinsi Kalimantan Selatan inilah yang dijuluki sebagai Venesia-nya Indonesia. Menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia, Banjarmasin memiliki keunikan tersendiri yaitu setiap sudut kota ini dialiri oleh sungai.

Berkunjung ke Banjarmasin, Venesia-nya Indonesia

Ketika membicarakan tentang keindahan dan keunikan berbagai kota di belahan bumi ini, tentu akan ada begitu banyak nama kota yang muncul di pikiran Anda. Salah satu kota yang indah dan unik adalah Venesia. Anda pasti mengenal kota yang dijuluki kota seribu kanal ini bukan? Bahkan mungkin Anda telah lama menginginkan untuk mengunjungi Venesia.

Memang cukup banyak orang yang memimpikan untuk berlibur ke kota yang terletak di bagian timur laut Italia ini. Kota ini sendiri merupakan bagian dari 118 pulau kecil. Lalu apa uniknya Venesia? Kota ini memiliki begitu banyak kanal yang memisahkan bagian-bagian kotanya satu sama lain. Sebagai penghubung selalu ada jembatan-jembatan kecil yang dibangun di atas kanal-kanal tersebut.

Venesia

Venesia kota seribu kanal

Nah bagi Anda yang memiliki keinginan untuk berkunjung ke Venesia namun terhalang oleh berbagai hal termasuk dana, dokumen kepergian hingga tidak tersedianya waktu yang cukup untuk melakukan perjalanan jauh. Anda tidak perlu khawatir karena Indonesia juga punya kota dengan pesona Venesia.

Iklan

Anda tentu mengenal kota Banjarmasin bukan? Ibukota propinsi Kalimantan Selatan inilah yang dijuluki sebagai Venesia-nya Indonesia. Menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia, Banjarmasin memiliki keunikan tersendiri yaitu setiap sudut kota ini dialiri oleh sungai. Karena itulah Banjarmasin juga dijuluki sebagai kota seribu sungai. Meskipun secara keseluruhan jumlah sungai di Banjarmasn tidaklah sampai 1000 sungai namun julukan ini cukup mewakili.

Jika ditotal di tahun 1997 Banjarmasin memiliki 117 sungai dan jumlahnya menurun menjadi 70 sungai di tahun 2002. Dan hingga kini jumlahnya berhenti pada angka 60 sungai. Jumlah yang banyak bukan jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia?

Ada dua sungai besar di Banjarmasin yaitu Sungai Martapura dan Sungai Barito. Keduanya sama-sama melintasi berbagai sudut kota Banjarmasin, lebih tepatnya untuk Sungai Barito hanya mengalir di sebelah barat kota Banjarmasin. Ketersediaan sungai yang memadai membuat warga Banjarmasin yang tinggal di bantaran sungau masih bergantung dengan sungai untuk segala aktivitas yang berhubungan dengan pemakaian air seperti mandi hingga mencuci.

unrise on Barito River, Banjarmasin, Borneo

Sunrise di sungai Barito, Banjarmasin

Selain bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan perairan masyarakat, banyaknya sungai-sungai di Banjarmasin juga mulai dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. Hal ini sebenarnya wajar dan memang harus dilakukan karena sangat disayangkan jika tersedianya sungai dalam jumlah yang banyak namun dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu banyak pihak yang menginginkan agar penataan kota Banjarmasin seharusnya diawali dengan penataan sungai baru dilanjutkan dengan penataan daratan.

Meskipun belum seindah Venesia namun tidak dapat dipungkiri jika kedepannya Banjarmasin bisa meniru tata kelola sungai yang ada di Venesia. Kini jika Anda ingin mengunjungi calon Venesia-nya Indonesia ini Anda bisa mengunjungi beberapa spot wisata sungai yang menarik di Banjarmasin :

1. Festival Budaya Pasar Terapung
Festival ini merupakan acara tahunan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata lokal kepada para wisatawan. Festival ini tidak hanya diikuti oleh daerah Kalimantan Selatan saja, namun juga daerah-daerah lain. Dalam festival ini pengunjung akan disuguhi berbagai macam atraksi kesenian yang dilakukan diatas perahu atau kapal. Jangan sampai melewatkan festival yang biasanya berlangsung selama tiga hari ini ya..

2. Pasar Terapung Muara Kuin
Pasar Terapung Muara Kuin ini adalah nama lain dari Pasar Terapung Sungai Barito. Di pasar ini semua pedagang menggunakan perahu yang disebut jukung. Pasar ini hanya buka setelah subuh hingga pukul tujuh pagi. Jam buka yang relative pendek ini memang membuat para pengunjung harus bangun dan berangkat pagi-pagi buta untuk dapat menyaksikan uniknya pasar terapung.

3. Pasar Terapung Lok Baintan
Pasar terapung memang menjadi salah satu bagian kegiatan ekonomi dan pariwisata di Banjarmasin. Untuk menemukan Pasar Terapung Lok Baintan ini Anda dapat menyusuri Sungai Martapura selama kurang lebih 30 menit. Pasar terapung ini sebenarnya telah ada sejak Kesultanan Banjar. Berbeda dengan Pasar Terappung Muara Kuin, pasar terapun di Sungai Martapura ini memiliki jam operasi dari jam 6 pagi hingga jam 9.30 pagi. Untuk sistem pembayarannya, pasar ini masih menggunakan sistem barter.

4. Taman Siring Sungai Martapura
Taman ini merupakan tempat santai favorit warga Banjarmasin. Berada di tepian Sungai Martapura, taman ini dihiasi oleh berbagai jenis pohon yang berfungsi sebagai penopang tanah di bantaran sungai. Di bagian ujung siring ini terdapat dermaga apung yang biasa digunakan oleh para pedagang pasar terapung. Pada bagian tengah terdapat menara pandang, gazebo dan dua rumah tua yang telah diperbaiki. Semua fasilitas ini disediakan untuk mendukung kebijakan pemerintah Kota Banjarmasin untuk menjadikan taman ini sebagai tempat wisata.

Semakin berkembangnya pembangunan di daratan memang membuat geliat kegiatan di sungai tidak secepat dulu. Bisa jadi suatu ketika wisata sungai di Banjarmasin ini akan mati, atau sebaliknya kota Banjarmasin akan memiliki pariwisata berbasis sungai yang maju seperti Venesia. Semuanya bergantung kepada kebijakan yang diambil oleh pemangku jabatan. Semoga saja kelak pemerintah kota Banjarmasin bisa menaikkan kembali gairah eksotisme budaya sungai di masa lampau. Ayo wujudkan Banjarmasin sebagai Venesia-nya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register