Share This Post

Desain

Green School di Bali Bentuk Kepedulian Terhadap Bumi

Di Indonesia sendiri telah berdiri The Green School di Bali pada September 2008 silam. Komplek sekolah internasional Green School ini terletak di Sibang Kaja kawasan Badung, Bali. Memiliki desain yang berbeda dengan sekolah pada umumnya sekolah hijau ini sepenuhnya didirikan menggunakan bahan bangunan alami yaitu bambu sebagai material utama dan alang-alang sebagai penutup atap

Green School di Bali Bentuk Kepedulian Terhadap Bumi

Kini isu pemanasan global bukan hanya menjadi concern untuk Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia ini. Hampir semua negara di dunia berkomitmen untuk mencegah terjadinya pemanasan global. Dimulai dengan hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon hingga hal-hal besar seperti membangun berbagai bangunan yang ramah lingkungan. Semua langkah positif ini diharapkan dapat berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Salah satu langkah positif yang diambil oleh beberapa orang yang peduli terhadap lingkungan adalah dengan membangun sekolah yang ramah lingkungan. Di Indonesia sendiri telah berdiri The Green School di Bali pada September 2008 silam. Komplek sekolah internasional Green School ini terletak di Sibang Kaja kawasan Badung, Bali.

Memiliki desain yang berbeda dengan sekolah pada umumnya sekolah hijau ini sepenuhnya didirikan menggunakan bahan bangunan alami yaitu bambu sebagai material utama dan alang-alang sebagai penutup atap. Hampir keseluruhan ruangan dalam bangunan ini dibuat tanpa dinding pemisah, kecuali untuk kantor pengelola yang memanfaatkan bilah bambu sebagai dinding dan jendelanya.

Iklan

Classrooms-without-walls

Sekolah ini sepenuhnya menampilkan keharmonisan antara bangunan buatan manusia dengan alam sekitarnya. Mulai dari ruang pertemuan, ruang makan, ruang serba guna hingga kamar kecil semuanya terlihat alami membaur dengan sekitarnya.

Konsep yang berkelanjutan dan ramah lingkungan ini adalah gagasan seorang warga negara Kanada yang sudah tinggal di Bali selama lebih dari 30 tahun yaitu John Hardy. Green School ini didirikan oleh John Hardy melalui kolaborasi antara PT. Bambu dan yayasan non-profit Meranggi.

Bambu sendiri adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh John Hardy untuk membuat dan mengembangkan berbagai produk dari bambu menjadi souvenir salah satunya. Perusahaan John ini juga berkomitmen untuk membantu masyarakat sekitar untuk hidup berdampingan dengan alam. Salah satunya dengan cara memberikan bibit bambu kepada masyarakat lokal untuk ditanam dengan tujuan sebagai salah satu sumber penghasilan dan juga membantu melestarikan lingkungan.

Pada mulanya John Hardy adalah seorang ahli pembuat perhiasan, namun beberapa tahun terakhir ini dia bersama istrinya, Chyntia Hardy sangat aktif dan peduli terhadap masalah lingkungan hidup yang semakin rusak di berbagai belahan bumi.

Greenschool-Bali-8773

John mencoba memberikan gagasan dan sumbangan dengan cara mendirikan Green School di Bali. Proyek Green School ini telah dimulai sejak tahun 2007 silam dan berhasil beroperasi pada tahun 2008. Kedekatan kehidupan John dan istrinya dengan Bali-lah yang ikut menginspirasi bentuk arsitektur sekolah hijau yang satu ini.

Sekolah ini sepenuhnya menggunakan metode pengajaran yang berbeda dengan sekolah lain untuk semua jenjang, mulai dari pra TK hingga Sekolah Menengah Atas. John menaruh harapan yang sangat besar agar kedepannya anak-anak yang mengenyam pendidikan di Green School akan mampu memelihara bumi dengan berbagai aksi nyata.

Menurut John, pemilihan bambu sebagai material utama bangunan ini dikarenakan struktur bambu pada dasarnya adalah struktur yang lebih luwes dan artistik dalam mengikuti alur dan bentuk arsitektur. Hal ini sepadan dengan gerakan para penari Bali yang gemulai saat menari.

Bangunan utama Green School ini berbentuk bangunan tiga lantai yang dinaungi tiga buah atap besar yang berbentuk keong. Bangunan lain yaitu balai pertemuan yang berfungsi juga sebagai ruang makan ini memiliki bentang besar tanpa kolom di bagian tengahnya kecuali pada bagian ujung. Bangunan ini memiliki atap yang ditopang oleh kolom-kolom dan bilah bambu yang diikat oleh kawat baja. Benar-benar konsep bangunan yang bersahaja bukan?

Uniknya lagi ada bangunan kelas yang terbuka tanpa dinding, dimana para siswa yang sedang belajar di dalamnya dapat berinteraksi secara langsung dengan alam sekitarnya. Karena sebagaian besar siswa di Green School adalah siswa asing maka ada juga ruang khusus yang dingin berupa ruangan berbentuk kubah yang dibentuk dari bahan kain yang dilapisi lateks.

Selain bentuk dan desain bangunan yang unik dan ramah lingkungan, sistem energi yang digunakan untuk Green School juga patut diapresiasi. Beberapa sistem energi alami yang digunakan oleh sekolah ini adalah tenaga surya, boiler bio massa dan generator hidro-mikro. Ketiganya sama-sama memiliki konsep ramah lingkungan. Karena konsepnya ini Green School telah dinobatkan sebagai sekolah paling hijau di muka bumi ini. Anda berminat untuk mengunjungi sekolah hijau ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register