Share This Post

Budaya

Masjid Demak, Bangunan Perpaduan Budaya Jawa – Arab

Masjid Demak, Bangunan Perpaduan Budaya Jawa – Arab

Bila Anda berkunjung ke kota Demak di Provinsi Jawa Tengah maka Anda harus mengujungi sebuah bangunan yang masjid yang unik dan menarik berikut ini. Nama masjid tersebut adalah masjid Demak, sebuah tempat ibadah umat Islam yang memiliki nilai sejarah dan keluhuran budaya yang tinggi. Mengapa dikatakan memiliki keluhurna budaya yang tinggi? Sebab bangunan masjid yang didirikan kurang lebih pada tahun 1479 ini mempunyai beberapa keunikan seperti pada kisahnya dan juga arsitekturnya. Maka bila Anda datang ke masjid ini akan banyak hal mengagumkan yang bisa didapatkan dari masjid ini. Dan berikut ini hal-hal mempesona yang bisa diperoleh dari masjid yang didirikan oleh Raden Patah dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga tersebut.

Arsitek Masjid Demak

Menilik dari arsitekturnya, masjid yang pernah dijadikan perkumpulan para ulama (wali songo) ini tentu akan membuat kita berdecak kagum. Bagaimana tidak, setidaknya ada tiga hal dari arsitektur masjid Demak yang perlu kita acungi jempol. Yang pertama adalah tentang pilar atau tiang yang menyokong kekuatan bangunan masjid induk hingga sekarang. Pilar utama yang dimiliki bangunan induk pada masjid ini ada empat tiang yang kemudian disebut dengan saka guru. Keempat pilar yang menyokong bangunan induk masjid ini sendiri memiliki tinggi 16 meter dan terbuat dari kayu jati dan dibuat oleh Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga. Dan uniknya pada salah satu saka rugu (pilar) ada yang tidak terbuat dari sebuah kayu yang utuh, namun berasal dari potongan kayu (tatal) yang disusun dan diikat yang kemudian disebut dengan saka tatal. Meski ada salah satu pilar yang terbuat potongan kayu namun kekuatan masjid Demak ini masih bisa bertahan sampai sekarang.

Iklan

Berikutnya hal yang menarik dari arsitektur Masjid Demak adalah adanya “Pintu Bledeg”atau pintu petir. Pintu Baleg dibuat oleh Ki Ageng Selo dari kayu jati pada tahun sekitar 1466 M/ 887 H berdasarkan candra sengkala yang berbunyi Naga Mulat Salira Wani. Pada pintu yang difungsikan sebagai antipetir ini kita akan mendapati sejumlah ukiran tebal yang salah satuya adalah ukiran dua kepala naga. Sayangnya saat ini pitu bledeg ini tak lagi difungsikan sebagai pintu utama, akan tetapi dimuseumkan.

masjid-agung-demak

Serambi, Atap dan Pelataran Masjid Demak

Dari bagian serambinya, masjid ini merupakan bangunan terbuka dengan atap yang berbentuk limas dan juga ditopang dengan delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Dari atap masjidnya sendiri, terdapat konsep susun atau tingkatan mencapai tiga bagian. Tiga bagian atau tingkatan dari atap masjid Demak ini sendiri menggambarkan ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Bagian dari kompleks masjid Demak yang berikutnya yaitu pelataran masjid. Di bagian pelataran kompleks masjid ini kita akan menjumpai beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di kompleks masjid ini juga kita akan menjumpai beragam sejarah atau riwayat dari Masjid Agung Demak.

Wujud Akulturasi atau Perpaduan Budaya

Masjid yang dipengaruhi oleh arsitektur jawa kuno ini memang mengandung nilai-nilai kebudayaan yang tinggi. Bagaimana tidak, bangunan ibadah umat Islam ini adalah bangunan yang memiliki perpaduan 3 unsur budaya sekaligus yaitu budaya lokal, budaya Hindu dan juga budaya Islam. Perpaduan budaya lokal dengan budaya Islam sendiri terlihat dari adanya serambi yang berkesan mengayomi dan juga adanya kentongan sebagai penanda akan dilaksanakan pengumuman. Hal lain dari perpaduan budaya lokal dengan budaya Islam ini nampak pada lokasinya yang menggunakan sistem macapat yaitu tata letak kota yang didasarkan pada jumlah empat tempat yaitu alun-alun, pusat pemerintahan, pasar dan lembaga pemasyarakatan (lapas atau penjara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register