Share This Post

Tata Ruang Kota

Jakarta, Hidup Rukun dengan Masalah Macet dan Banjir, Mau Jalan Keluar Seperti Apa Lagi?

Jakarta, Hidup Rukun dengan Masalah Macet dan Banjir, Mau Jalan Keluar Seperti Apa Lagi?

Bicara soal permasalahan Jakarta, ibu kota Indonesia memang tidak ada habisnya. Pasalnya, dengan kompleknya permasalahan yang ada disana, menjadikan kota megapolitan ini selalu akan memicu diskusi publik dan juga para pakar tata kota. Beberapa problematika yang selalu identik dengan Jakarta sendiri adalah macet dan banjir. Ya, dua masalah ini memang selalu menyertai kisah perjalanan kota yang dulu bernama Batavia ini. Solusi atau jalan keluar yang ditawarkan oleh para pemimpin atau gubernurnya sendiri sudah banyak dicoba dan diterapkan. Tapi entah mengapa dari banyaknya jalan keluar yang diberikan, permasalahan masih saja tak kunjung reda. Apalagi soal macet dan banjir. Dua permasalahan ini seakan menjadi sesuatu yang sepertinya akan menjadi makanan sehari-hari warga DKI Jakarta, kerena sampai sekarang masih belum terpecahkan. Lalu mengapa Jakarta sangat sulit untuk lepasa dari permasalahan macet dan banjir ini? Berikut ulasannya.

AboutUrban Akibat Kedatangan Para Urban

Akibat Kedatangan Para Urban?

Ibu kota Jakarta sejak dulu memang selalu manarik para urban dari daerah untuk datang. Dengan bergama motif dari mencari ilmu, bekerja, mengembangkan karir hingga mengadu nasib, para urban ini kemudian pergi meninggalkan desanya dan datang ke Jakarta. Nah para urban yang datang ke Jakarta ini bukan hanya datang dalam jumlah satu atau dua orang, tapi meraka datang menyerbu ibu kota dengan jumlah yang banyak setiap tahunnya.

Iklan

Menurut catatan dan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jakarta sendiri menyatakan setiap tahun angka urbanisasi selalu menunjukkan grafik yang terus menanjak. Dari jumlah pendatang sekitar 68.537 orang ditahun 2014, ada peningkatan mencapai 3% pada tahun 2015 dengan angka menjadi 70.593 orang. Catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jakarta ini sendiri memang kemudian selaras dengan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) tahun 2014 yang menyatakan bahwa persentase penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan terus meningkat tiap tahunnya dari angka 49,8 persen ditahun 2010, lalu meningkat menjadi 53,3 persen ditahun 2015 dan akhirnya diprediksi akan mencapai angka 66,6 persen di tahun 2035.

40262528 - jakarta traffic

Macet dan Problematika

Macet memang merupakan makanan sehari-hari bagi warga ibu kota DKI Jakarta. Bagaimana tidak, dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 12 juta dan juga di perparah dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak berimbang dengan pertumbuhan jumlah jalan maka membuat macet di Jakarta makin tak karuan. Fenomena macet di Jakarta ini semakin parah ketika menginjak waktu-waktu tertentu seperti pagi hari saat jam berangkat ke kantor dan juga sore hari jam pulang kantor. Pada saat pagi hari jumlah orang yang ada di Jakarta memang mengalami peningkatan karena datangnya para pelaju atau commuter dari wilayah sekitar Jakarta yang meliputi Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Meraka ini datang ke Jakarta sendiri untuk bekerja da akan kembali lagi ke daerahnya setelah selesai bekerja di sore hari. Jadi faktor jumlah penduduk dan timpangnya jumlah kendaraan dan jumlah jalan inilah yang menjadi inti problematika macet di Jakarta.

24570785 - nakornracharsima, thailand - october 19: heavy flooding from monsoon rain near maharaja hospital on october19, 2010 in nakornrachasima, thailand.

Banjir dan Problematika

Selain macet, permasalahan yang selalu jadi topik pembicaraan di Jakarta adalah banjir. Ya, hampir setiap tahunnya, terutama pada musim penghujan, Jakarta selalu dilanda banjir. Sistem drainase (penyerapan air) di Jakarta memang masih jauh dari kata baik. Ditambah lagi dengan adanya aliran air yang buruk serta kemungkinan banjir kiriman yang datang dari Bogor, membuat Jakarta seperti sebuah tempat berkumpulnya air yang sulit untuk dibuang ke laut. Sistem tata kota yang juga semrawut juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor yang membuat bajir. Akibatnya jika hujan turun meski tak lama, sangat mungkin di wilayah memiliki sistem tata air yang buruk akan banjir. Pemerintah daerah kota Jakarta sendiri sudah melakukan berbagai cara untuk mencegah banjir, tapi entah kenapa masalah banjir ini seakan sulit untuk keluar dari kota Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register