Share This Post

Tata Ruang Kota

Menilik Konsep Waterfront City, Kriteria, Jenis dan Aspek Dasar Perancangannya

Menilik Konsep Waterfront City

Perkembangan sebuah wilayah memang bisa saja membuat daerah di tepian air bertumbuh menjadi kota pesisir (waterfront city). Dengan konsep waterfront development maka daerah di tepian laut, sungai dan danau bisa saja dikembangkan secara sengaja menjadi kota pesisir. Biasanya kota pesisir ini muncul karena bagian dari perkotaan yang berbatasan dengan perairan tersebut mengalami pemekaran dan perkembangan.

Kriteria Waterfront City

Tidak semua wilayah dapat disebut sebagai waterfront city (kota pesisir). Hal ini karena ada beberapa kriteria yang yang harus dipenuhi untuk bisa disebut sebagai kota pesisir. Berikut beberapa kriteria waterfront city tersebut.

Iklan
  • Berada di daerah tepian perairan besar seperti laut, sungai danau, dan lainnya.
  • Punya pemandangan utama dan dominan ke arah perairan
  • Umumnya merupakan wilayah yang berwujud pelabuhan, perdagangan, pariwisata dan permukiman.
  • Karena kurangnya lahan, maka pembangunan waterfront city bergerak ke arah vertikal-horisontal
  • Karena berada di tepian perairan maka waterfront city mempunyai fungsi sebagai tempat rekreasi, industri, pelabuhan dan permukiman.

Jenis – Jenis Waterfront City

Waterfront city ini berdasarkan tipe proyekya bisa dibedakan menjadi 3 macam yaitu :

  • Konservasi yakni penataan waterfront city tipe lama yang terus dijaga kelestariannya untuk lingkungan.
  • Pembangunan kembali (redevelopment) merupakan usaha mengembalikan fungsi waterfront lama dengan membangun kembali atau mengubah fasilitas-fasilitas yang telah ada.
  • Pengembangan (development) yaitu upaya menghadirkan waterfront baru dengan melakukan reklamasi pantai guna memenuhi kebutuhan kota dimasa sekarang dan masa depan.

Sementara itu berdasarkan fungsinya, waterfront city terbagi menjadi 4, yaitu :

  • Recreational waterfront merupakan wilayah waterfront yang menghadirkan segala hal untuk kegiatan rekreasi seperti arena bermain, taman, pemancingan dan juga fasilitas kapal pesiar.
  • Working waterfront, yaitu kawasan atau wilayah waterfront berupa pelabuhan, industri berat, reparasi kapal pesiar dan juga penangkapan ikan komersial.
  • Residential waterfront yakni kawasan waterfront yang berwujud perumahan atau apartemen serta resort yang sengaja didirikan di pinggir area perairan.
  • Mixed-used waterfront merupakan kota pesisir yang merupakan gabungan dari beberapa jenis waterfront sebelumnya sehingga didapati banyak sarana yang komplit seperti perumahan, pelabuhan, perkantoran, pasar, restoran, rumah sakit, dan lain sebagainya.

Menilik Konsep Waterfront City

Aspek Dasar Perancangan Konsep Waterfront City

Dalam merancang dan mengkonsep kota pesisir atau waterfront city, ada beberapa aspek penting yang mendasarinya yaitu :

    1. Faktor geografis

      Adalah faktor yang menjadi dasar perancangan waterfront city berkaitan dengan geografis kawasan serta untuk memastikan jenis serta pola penggunaannya. Beberapa hal yang meliputi faktor geografis ini adalah keadaan perairan (jenis laut, sungai, dst), pasang-surut, konfigurasi dan dimensinya. Dari sini maka ada dua hal yang penting untuk perancangan waterfront city berkaitan dengan faktor geografis yakni :

      • Kondisi lahan yang meliputi ukuran, kepemilikan, daya dukung tanah, dan konfigurasi.
      • Iklim meliputi musim, curah hujan, angin dan temperatur.

       

    2. Konteks perkotaan (Urban Context)

Adalah beberapa faktor yang memunculkan ciri khas bagi kota pesisir serta keterkaitannya dengan bagian kota lainnya. Beberapa aspek yang termasuk aspek konteks perkotaan antara lain :

  • Pemakai adalah siapa pun yang tinggal, bekerja atau berwisata di kawasan kota pesisir. Pemakai ini bahkan juga termasuk mereka yang sekedar merasa “memiliki” waterfront city sebagai sarana publik.
  • Kekayaan sejarah dan budaya yakni situs atau bangunan bersejarah yang perlu dilestarikan dan ditentukan arah pengembangannya.
  • Pencapaian dan sirkulasi yakni akses dari dan menuju tapak dan juga pengaturan sirkulasi didalamnya.
  • Karakter visual adalah beberapa hal yang menjadi ciri khas waterfront city serta menjadi pembeda dengan waterfront city lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register