Share This Post

Infrastruktur

Simpang Susun Semanggi, Bangunan Jembatan Melengkung Terpanjang Di Indonesia yang Monumental

simpang-susun-semanggi

Kota DKI Jakarta saat ini tampil semakin cantik dengan adanya Simpang Susun Semanggi yang telah diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2017 oleh Presiden Joko Widodo silam. Dengan adanya Simpang Susun Semanggi ini juga semakin mempertegas dan memperkuat kedudukan Jembatan Semanggi yang tak terpisahkan dari bagian sejarah DKI Jakarta. Jembatan Semanggi sendiri merupakan bagian dari infrastruktur masa Pemerintah Soekarno untuk mendukung perhelatan Asian Games tahun 1962.

Keberadaan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) ini memang sangat menarik. Sebab ada banyak hal yang bisa kita dapati dari Simpang Susun Semanggi. Selain sebagai pengurai kemacetan, Simpang Susun Semanggi (New Ring Intersection Semanggi) juga punya desain arsitetur yang menarik karena berbentuk lingkaran melengkung besar nan hiperbolik.

Jembatan Melengkung Terpanjang di Indonesia

Iklan

Semanggi sebagai titik temu beberapa jalan-jalan protokol di Ibu Kota Jakarta memang membuat keberadaan Simpang Susun Semanggi menjadi sangat krusial. Dengan adanya Simpang Susun Semanggi ini kemacetan yang ada di kawasan ini bisa dikurangi hingga 40 persen. Dengan panjang 1.622 meter, Simpang Susun Semanggi menghubungkan Jalan Sudirman menuju Cawang dan juga Grogol ke Senayan. Dengan panjang jembatan yang telah disebutkan, Simpang Susun Semanggi juga ditasbihkan sebagai jembatan melengkung (hiperbolik) terpanjang di Indonesia.

Simpang Susun Semanggi

Desain dan Konstruksi Simpang Susun Semanggi

Perancang atau arsitek dari Simpang Susun Semanggi ini adalah Jodi Firmansyah, ahli jembatan dari ITB yang merancang Jembatan Barelang sebagai ikon Pulau Batam. Sementara itu pemrakarsanya adalah Basuki Tjahaja Purnama yang diselesaikan pembangunannya oleh wakilnya Djarot Syaiful Hidayat. Dengan dana mencapai Rp 360 miliar, Simpang Susun Semanggi dibangun mulai tahun 2016 dan dapat diselesaikan serta diresmikan pada bulan Agustus 2017.

Simpang Susun Semanggi sendiri dibuat dari susunan 333 segmental box girder yang telah dicetak (precast) dan kemudian disusun melingkar dengan presisi yang tepat. Dengan dimensi XYZ atau tiga dimensi, Simpang Susun Semanggi yang melingkar dengan presisi tadi dinyatakan sebagai bangunan yang pertama kali menggunakan teknologi terbaru dalam pembangunan jembatan melengkung.

Hiasan dan Ornamen Simpang Susun Semanggi

Hal menarik lainnya yang bisa kita dapati di Simpang Susun Semanggi adalah adanya ornamen khas Betawi gigi balang pada dinding-dindingnya. Sementara itu pada bagian pagar flyover atau parapet-nya, kita bisa mendapati motif daun semanggi. Tidak hanya itu, Simpang Susun Semanggi juga nampak cantik dengan adanya pencahayaan khusus yang dirancang untuk memperindah jembatan monumental tersebut. Cahaya warna-warni yang muncul di Simpang Susun Semanggi sendiri dikendalikan dari markas Jakarta Smart City di Balai Kota. Dengan adanya hiasan dan ornamen ini maka masyarakat pun bisa menyaksikan Simpang Susun Semanggi dengan lebih indah dan menarik dari kejauhan, terutama pada malam hari.

Ramp Simpang Susun Semanggi

Secara konstruksi, kita bisa mendapati Simpang Susun Semanggi tersebut memiliki dua ruas jalan (ramp) utama. Ruas jalan pertama dengan panjang 796 meter merupakan jalan untuk kendaraan yang bergerak dari arah Slipi atau Grogol menuju Blok M. Sementara ruas jalan (ramp) kedua dengan panjang 826 meter diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Cawang menuju Thamrin atau Bundaran Hotel Indonesia. Dengan adanya kedua ramp tersebut maka tidak akan lagi terjadi penumpukan kendaraan di bawah kolong jembatan Semanggi yang selalu membuat macet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register