Share This Post

Tata Ruang Kota

Tata Ruang Kota SCBD, Jakarta

Tata Ruang Kota SCBD, Jakarta

SCBD atau Sudirman Central Business District merupakan kawasan bisnis terpadu di Jakarta atau tepatnya di kawasan Jakarta Selatan yang sangat populer. Superblok seluas 45 hektar sendiri dikembangkan oleh PT Danayasa Arthatama Tbk, salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia. Dari total 45 hektar tadi, wilayah SCBD terbagi lagi menjadi 25 hektar untuk lahan bangunan SCBD dan 20 hektar untuk jaringan jalan dan taman.

Sistem Transportasi di SCBD

Dalam layanan transportasi di kawasan SCBD kita bisa mendapati tiga bus antar-jemput untuk para pekerja di hari dan jam kerja. Tiga bus tadi akan datang silih berganti dalam interval waktu 8 menit. Selain kendaraan umum seperti bus, SCBD juga bisa dilalui oleh kendaraan pribadi yang setiap harinya bisa mencapai 100.000 mobil. Di SCBD sendiri selain jalan utama, kita juga bisa mendapati lajur jalan bahwa tanah yang mampu menghubungkan banyak bangunan komersial di SCBD. Rencananya, seiring dengan pembangunan jalur MRT, SCBD juga akan mampu terintegrasi dengan stasiun MRT di jalan Jenderal Sudirman.

Iklan

SCBD sendiri memiliki tujuh titik pintu masuk dan keluar yang nantinya menghubungkan dengan jalan-jalan utama Jakarta. Sementara itu lokasi SCBD yang berada ditengah dan jantungnya kota Jakarta, tepatnya di Simpangan Semanggi dan Polda (Kepolisian Daerah) membuat pengendara punya banyak pilihan untuk mengarahkan kendaraannnya ke mana saja ke beberapa daerah di Jakarta.

Jaringan Listrik, Air, Fiber Optic dan Pembuangan Limbah

Di SCBD kita juga bisa mendapati pembangkit listrik yang mampu menyalurkan lebih dari 180 MVA listrik ke seluruh wilayah setiap menitnya. Sementara itu untuk jaringan air ada sekitar 15.000 liter (3000 galon) air bersih disediakan. Tidak kurang dari 30.000 jaringan telepon fiber optic juga dipasang di kawasan SCBD. Sedang untuk Sistem Pembuangan Limbah (PAL) di SCBD ini telah terintegrasi untuk pembuangan air limbah.

Awal Mula Pembangunan SCBD

Pada tahun 1992, Philip Cox, seorang arsitek dari Australia, dan CIME International dari Singapura menunjuk PT Danayasa Arthatama Tbk untuk mengerjakan SCBD menjadi superblok visioner yang berdaya saing global. Pembangunan kawasan SCBD yang merupakan proyek pembangunan pertama dan terbesar terpadu di Indonesia ini selesai dikerjakan pada tahun 1995.

Pembangunan Gedung Bursa Saham (IDX)

Pada kurun waktu 1995-1998, di kawasan SCBD ini dibangun Gedung Bursa Saham (IDX) Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai Bursa Efek Jakarta (JDX). Dari keberadaan gedung menara kembar ini membuat SCBD kemudian dikenal sebagai pusat bisnis dan keuangan terkemuka di Jakarta.

Perkembangan SCBD dari Tahun ke Tahun

Dalam rentang tahun 2007 hingga 2011, kawasan SCBD semakin lengkap karena telah dibangun dua bangunan yakni One Pacifik Place dan strata title bernama Menara Keadilan/Equity Power. One Pacifik Place yang dikelola Ritz Carlton sendiri merupakan tempat belanja, apartemen bintang lima dan hotel. Sementara itu Menara Keadilan/Equity Power sendiri memiliki 50 tingkat yang dilengkapi fasilitas pusat kesenian serta ramah lingkungan dalam pengelolaannya.

Hingga saat ini SCBD pun telah berkembang pesat menjadi kawasan bisnis terpadu yang sangat lengkap dan terintegrasi dari pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, apartemen dan gedung perkantoran. Dari keberadaan Bursa Efek Jakarta semakin melengkapi dan membuat kawasan SCBD bernilai investasi yang kompetitif, optimal dan menguntungkan.

Rencana Pembangunan The Signature Tower

Tidak berhenti sampai disitu, kawasan SCBD rencananya akan dikembangkan kembali hingga menjadi ikon bisnis Indonesia. Ini karena SCBD digadang-gadang menjadi Manhattan-nya atau Wall Street-nya Indonesia. Selain itu rencananya di kawasan SCBD akan dibangun The Signature Tower di tengah-tengah kawasan SCBD.  The Signature Tower sendiri direncanakan akan dibangun 111 lantai dengan ketinggian 638 meter. Dengan jumlah lantai tersebut, The Signature Tower akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia dan gedung teringgi ke-5 di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register