Share This Post

Bangunan

Bangunan Hemat Energi, Definisi, Prinsip dan Contohnya di Indonesia

Bangunan Hemat Energi

Keadaan bumi dan lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan membuat agenda go-geeen banyak dilakukan manusia. Salah satu agenda go-green untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan adalah mendirikan bangunan hemat energi. Lalu seperti apa bangunan hemat energi tersebut? Berikut ulasannya.

Definisi

Bangunan hemat energi menurut Ir. Jimmy Priatman, M.Arch. IAI adalah bangunan yang dirancang dengan konsep arsitektur yang didasarkan pada sebuah pemikiran untuk meminimalkan energi listrik, tanpa merubah dan membatasi fungsi dan kenyamanan bangunan serta produktivitas penghuninya.

Iklan

Dalam definisi lain secara umum dinyatakan bahwa bangunan hemat energi yaitu bangunan yang tidak banyak memakai energi dari bumi serta tidak membuat polusi yang mencemarkan lingkungan sekitar. Dengan kondisi bumi yang mengalami pemanasan global (global warming) saat ini membuat bangunan hemat energi ini sangat berguna untuk mengurangi efek yang lebih besar dari global warming tersebut.

Dari kedua definisi tadi maka bisa didapatkan sebuah konsep utama dari bangunan hemat energi (green building) yakni meminimalkan sumber daya alam serta tidak merusak lingkungan.

Prinsip Dasar Bangunan Hemat Energi

Untuk menjadikan bangunan berstatus atau memiliki kriteria green building (bangunan hemat energi) maka ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi. Meski tidak bersifat baku dan mengikat, karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tapi panduan atau kriteria-kriteria ini akan membantu kita dalam menetapkan ciri bangunan hemat energi. Prinsip dasar banguanan hemat energi (green building) tersebut yaitu :

  • Hemat energi. Sesuai dengan namanya maka bangunan hemat energi akan mengusung konsep hemat energi yaitu sebisa mungkin dapat meminimalkan penggunaan energi listik. Sebagai solusinya maka bangunan hemat energi ini bisa menggunakan energi alternatif dari alam.
  • Concern terhadap kondisi iklim. Maksudnya adalah bangunan hemat enegri ini harus memiliki desain yang didasarkan pada iklim setempat sehingga ramah lingkungan serta hemat sumber energi.
  • Minimizing new resources, yaitu desain bangunan yang menggunakan material yang tidak merugikan ekosistem dan sumber daya alam serta memaksimalkan sumber daya alam baru yang tidak cepat habis hingga masa depan.
  • Respect for site dimana bangunan yang ada tidak memiliki efek negatif bagi kesehatan penghuninya serta tidak merusak lingkungan sekitar dengan tidak mengubah tapak aslinya.
  • Respect for user yakni membuat nyaman penghuninya karena bangunan yang memenuhi semua kebutuhan dari penghuni yang tinggal di bangunan tersebut.

Manfaat Bangunan Hemat Energi

Tidak hanya untuk mencegah kerusakan bumi lebih parah serta mengurangi efek pemanasan global (global warming), bangunan hemat energi ini juga punya mempunyai beberapa manfaat lain seperti :

  • Menghemat biaya pengeluaran untuk listrik. Ini dikarenakan bangunan hemat energi ini menggunakan energi alam di sekitar bangunan.
  • Menyehatkan penghuni, karena udara, air dan tanah disekitar bangunan yang terhindar dari polusi atau pencemaran.
  • Menciptakan kenyamanan bagi penghuninya, karena bangunan hemat energi tidak menggunakan bahan-bahan (material) ramah lingkungan.
  • Ketika penghuninya sudah nyaman dan sehat selalu maka bangunan hemat energi ini akan menghadirkan produktivitas pada setiap pekerjaan atau aktivitas yang dikerjakan di dalamnya.

Contoh Bangunan Hemat Energi di Indonesia

Meski dibilang terlambat dalam mengaplikasikan bangunan hemat energi dibanding negara luar negeri, tapi saat ini Indonesia sudah memiliki beberapa bangunan yang disebut green building tersebut. Beberapa contoh bangunan hemat energi di Indonesia adalah :

  • Gedung Publik II Bio Farma. Dengan memanfaatkan sinar matahari lewat penggunaan solar cell dan lampu LED, Gedung Publik II Bio Farma ini mampu menghemat pemakaian listrik secara drastis. Didukung juga dengan system cross ventilation (dinding terbuka), maka gedung ini mampu menghemat penggunaan listrik hingga 40 persen.
  • Gedung Energetic Material Centre (EMC). Gedung yang merupakan kantor manajemen pusat (Kampus) PT. Dahana (Persero) ini juga mengusung konsep hemat energi. Konsep go-green yang ada pada gedung yang berada di Subang, jawa Barat ini sendiri bisa terlihat dari aplikasinya pada Land Efficient, Energy Efficient, Water local & environmental friendly material, dan healthy indoor air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

CAPTCHA Validation *

Lost Password

Register